Tips Dan Trik Mengganti Sokbreker Dengan Baik

Loading...

Kondisi jalan di berbagai kota besar maupun kecil di Indonesia sering membuat kita emosi. Dengan kondisi yang tidak memungkinkan, suspensi menjadi salah satu komponen yang menjadi pertimbangan konsumen sepeda motor pada umumnya.
Tips Dan Trik Mengganti Sokbreker Dengan Baik
Terkadang kuda besi milik kita terasa pincang kiri-kanan disaat jalan yang tidak rata ataupun guncangan sangat keras ketika roda melindas lubang. Kemudian, Anda merasa tidak nyaman, inilah pertanda bahwa sokbreker belakang sepeda motor harus diganti.

Dengan begitu, mengganti sokbreker kita perlu teliti. Perlu langkah pandai untuk memilihnya agar tidak rugi, atau justru bukan kenyamanan yang didapat, tapi kerusakan komponen lain.

“Tentu saja beda (antara suspensi orisinal dan aftermarket). Selain kelenturannya, tingginya pun tidak sama. Banyak yang tersedia dibengkel-bengkel namun lebih nyaman atau tidak tergantung ukuran yang dipilih,” pungkas Rusmanto, mekanik toko aksesori sepeda motor Dua Saudara di kawasan Cipinang, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu.

Inilah langkah yang perlu diperhatikan:

1. Beli sokbreker yang sesuai dengan panjang sokbreker bawaan motor. Sebaiknya menggunakan suku cadang asli. Namun jika ingin menggunakan model dan porforma produk aftermarket, belilah yang seukuran dengan bawaan motor. Kalau tidak sama, pemasangannya akan mudah dan tidak model dan porforma produk aftermarket,

READ:  Modifikasi Ninja 250cc Makin Keren dengan Sentuhan Airbrush

2. Jika beli sokbreker bekas (tidak direkomendasikan), periksa secara teliti. Terkadang ada pengelasan ulang pada sokbreker, pengecatan ulang, pengelupasan lubang baut bawah, dan tarik-tekan apakah fungsinya normal.

3. Saat pemasangan sokbreker, ukur ketinggian yang baik. Biasanya sokbreker memiliki setelan ketinggian dan jarak per. Jika terlalu tinggi akan merusak konfigurasi setelan pabrikan.

4. Untuk skutik, pemasangan lebih sulit dibanding motor bebek biasa dan sokbreker butul-betul sama persis dengan bawaan motor. Jika beda sedikit saja, akan mengakibatkan oleng jika dipakai berboncengan dan menemui jalan bergelombang. Toleransi perbedaan ukuran tetap ada, namun tidak banyak, hanya 1 cm.

5. Sedangkan motor modifikasi, bagusnya ukur tingkat kemiringan betul-betul pas dan jarak antara pangkal bawah suspensi dengan ujung lengan ayun. Ukuran ini bergantung pada konsep modifikasi yang dilakukan.

6. Setelah pemasangan selesai, coba dan rasakan terlebih dahulu. Apakah tidak ada keganjalan pada saat dikendarai, itu bertanda kurang pas dan harus mencari lagi suspensi yang sesuai dengan spesifikasi.

Loading...