Modifikasi Yamaha YZF-R25, Mengaplikasikan Blok R3 Tembus 45 dk

Loading...

Sang empunya Yamaha YZF-R25 “Tomy Santoso” sekilas tempak biasa-biasa saja, karena hanya beberapa aksesoris modifikasi yang ditanamkannya berupa knalpot dan lepas sepatbor belakang. Namun saat gas digeber baru terasa apa yang berbeda, tenaga on wheel-nya 45 dk dan torsi 28 Nm, di dynamometer Dynojet 250i milik Sportisi Motorsport R25 paling powerful nih!
Modifikasi Yamaha YZF-R25, Mengaplikasikan Blok R3 Tembus 45 dk
“Kalau masih standar kurang nendang, maka saya fokus upgrade performanya biar ngacir. Pengaplikasian blok, piston dan cylinder head punya R3, tapi masih dikilik lagi,” jelas Tomy yang tinggal di Poris, Jakbar ini.

Yamaha YZF-R25 memiliki kelebihan, seperti komponen milik YZF-R3 bisa dipakainya, bedanya R25 berpiston 60 mm kapasitas 250 cc, sedang R3 321 cc dengan seher 68 mm. Asyiknya semua bisa plug and play karena mesin satu basis.
Modifikasi Yamaha YZF-R25, Mengaplikasikan Blok R3 Tembus 45 dk
“Bagi Anda ingin mengaplikasikan komponen tersebut, harus membeli satu paket blok dan cylinder head, tidak bisa blok dan pistonnya saja, karena jalur airnya beda,” pungkas sang mekanik “Imam Gunawan” yang menangani motor ini.

“Selain itu, rasio kompresi juga diganti menggunakan Wiseco milik Honda CBR600RR yang lebih jenong, sekarang naik jadi 11,8:1,” tambah mekanik asli Kalianda, Lampung ini.

READ:  Tampilan Jadul Ninja L dengan Kekuatan mesin yang Lebih baik

Selain performa naik, ternyata cylinder head R3 dibekali klep yang lebih besar. “Klep R25 in cuma 23 dan ex 19,5 mm, sedang R3 in 29 mm dan ex 26 mm,” lanjut Imam. Maka tentunya udara yang masuk dan keluar bisa lebih banyak tuh. Belum lagi mekanik 33 tahun ini melakukan porting & polishing, agar aliran udara lebih lancar.
Modifikasi Yamaha YZF-R25, Mengaplikasikan Blok R3 Tembus 45 dk
Pria berumur 32 tahun ini juga melakukan reamer pada throttle body R25, dari 32 jadi 34 mm yang dipadukan dengan velocity stack custom. ” Jika menggunakan open filter power malah drop,” jelasnya. Sektor pembuangan pakai knalpot Hitman yang dimensinya sangat pendek.

“Karena injektor ganti copotan moge, suplai bensin di PC V cukup naik 10% saja, sedang pengapian maju 8o. Maka dari itu, ECU standar ditipu piggyback Power Commander V (PCV).” lanjut mekanik bengkel yang beralamat di Jl. Tenggiri, Rawamangun, Jaktim ini. Oh ya magnet dibubut 2 mm agar enteng.

Data Modifikasi :

Piston: Wiseco CBR600RR
Silinder: Yamaha YZF-R3
Kepala silinder: Yamaha YZF-R3
Velocity stack: Custom
Piggyback: Power Commander V
Busi: NGK CR10EK
Knalpot: Hitman
Radiator: Aftermarket
Rumah kopling: SYS
Gas spontan: Active
Slang rem: Hel

Loading...