Bore-Up Yamaha YZF-R25, Naik Podium Dengan Dua Tahap Seting

Loading...

Bore-Up Yamaha YZF-R25, Naik Podium Dengan Dua Tahap SetingPria yang disapa Bram ini berhasil menduduki posisi ke-3 diajang Yamaha Sunday Race kelas profesional rider yang begitu banyak pacuan kencang yang disiapkan kru Yamaha Sportisi Racing Team. Tenaga pacuan bernomor 35 ini mencapai 36 dk, diukur pakai dynamometer Dynojet 250i, lebih tinggi sekitar 7 dk dari standarnya.

Putaran terbaik mampu mencapai 49,172 detik dalam a menit. Sesuai aturan yang dikeluarkan bisa bore up sampai 280 cc, Imam Gunawan sang mekanik Sportisi mengganti piston bawaan 60 mm jadi 63,5 mm. “Pakai produk aftermarket,” ujarnya. Dengan stroke tetap 44,1 mm, maka kapasitas jadi 279,2 cc.

Bore-Up Yamaha YZF-R25, Naik Podium Dengan Dua Tahap SetingUntuk kepala silinder dilakukan penyesuaian dengan lubang isap dan buang pada porting. Lalu kem dikostum dengan lift naik 1 mm, sedang klep standar. Rasio kompresi diset 12,2:1, hal ini dibuat untuk penggunaan bahan bakar yang hanya Pertamax Plus. Sedang knalpot pakai produk Sportisi. Sisi mesin secara teknis hanya itu saja.

Dan, yang menjadi spesial dari pacuan ini adalah fine tuning yang dilakukan pada piggyback Power Commander V. Proses ini ada 2 tahap sekaligus. Pertama mencari setingan dasar terbaik pakai dyno. “Dengan bore up, pasokan bensin naik sekitar 40%, sedang timing rata-rata maju 5°,” tutur Bram.

READ:  Modifikasi Yamaha YZF-R25 Layaknya Tunggangan Rossi "Livery Movistar"

Bore-Up Yamaha YZF-R25, Naik Podium Dengan Dua Tahap SetingSetelah tahap pertama usai, tahap selanjutnya tinggal settingan sirkuit dengan data logger untuk merekam data. Tujuannya agar setingan benar-benar pas. “Di beberapa tikungan ternyata butuh tambah pasokan bensin 5%, dan saat race dalam kondisi panas terik, terpaksa timing pengapian dimundurkan 2-3°,” lanjut pengendara Toyota 86 ini.

Nah, untuk mengstabilkan pacu disaat melakukan ngesot ditikungan, suspensi depan mengubah suling dan pakai oli lebih kental. Sementara belakang pakai Ohlins dan ganti pelek Kawasaki Ninja 250R, yang lebih sempit (3,5 inci) dan ringan. “Lumayan beda sekitar 1,5 kg,” tutupnya.

Data Modifikasi :

Ban : Pirelli Diablo Supercorsa 120/70-17 & 150/60-17
Pelek belakang : Kawasaki Ninja 250R
Suspensi belakang : Ohlins
Master rem : depan Brembo RCS15
Kaliper rem : depan Brembo
Piggyback : Power Commander
Velocity : stack custom

Loading...