Modifikasi Mesin All New Suzuki Satria F150, Gagal Unjuk Kebolehan

Loading...

Awalnya sih pengeng unjuk kebolehan di kelas underbone (UB) 150 seri pertama Indospeed Race Series (IRS) 2016, eh malah tidak jadi. Maka jumlah peserta terlalu sedikit di kelas supporting ini. Walaupun tampil hanya sebentar, namun menguak sedikit info tentang All New Suzuki Satria F150 2016 injeksi pertama yang siap balap tidak apalah.
Modifikasi Mesin All New Suzuki Satria F150, Gagal Unjuk Kebolehan
“Oprekan mesin masih dibawah 85%, hal ini dikarenakan semua racing parts yang diracik belum selesai semua, kebanyakan masih pakai akalan saja,” ujar Fariz Aldino, Marketing Manager Daytona Indonesia yang bekerja sama dengan Agus Motor Sports (AMS) menyiapkan motor ini. Pacuan yang dibawah Imam Triyuda ini langsung ganti piston dengan model jenong, kompresi 11,5:1 naik jadi 12:1.

Supply udara dan bahan bakar juga ikut ditingkatkan, throttle body reamer mentok menjadi regulasi 33 mm. Kemudian sang pemilik AMS “Agus Susanto” juga mengganti klep yang lebih besar, in 25 mm dan ex 22 mm dan disesuaikan dengan noken as berdurasi 265º. Pengapian, magnet dibubut 900 gram dan comot Pro-ECU dari Daytona.

“Timing pengapian yang kami gunakan di 39º sebelum TMA (titik mati atas), sekarang cukup segini dulu ya. Sedangkan limiter ada di 14.500 rpm, air fuel ratio (AFR) diset 12,8:1,” tutup Agus yang pasang knalpot Daytona GP Taper.

READ:  Suzuki Satria F150 Injeksi Sudah Dalam Tahap Produksi

Untuk sektor kaki-kaki, sokbreker belakang dibenamkan sok Ohlins model tabung, sedangkan bagian depan hanya sedikit modifikasi lubang suling dan menambah volume olinya agar bantingan jadi lebih rigid. Sayangnya gagal unjuk gigi ugh..!!!

Data Modifikasi
Setang : Goyo
Data logger : Mychrone4
Sok belakang : Ohlins
Selang rem : Hell
Footstep : HRP
Head : Porting & polish
Klep : Daytona In 25 mm & ex 22mm
Throttle body : Reamer 33 mm
Velocity Stack : Custom 26 mm
Piston : Aftermarket
ECU : Daytona Pro-ECU
Pengapian : Total lost
Magnet : Bubut 900 gram
Gearset : SSS
Ban : FDR FR 75 90/80-17

Loading...